Selasa, 21 Mei 2013 2 komentar

MEMBUAT KOMPOS KOTORAN SAPI SAMBIL BUDIDAYA CACING TANAH

Cara mengolahnya juga sederhana :

Kotoran Sapi sebagai bahan utama. Kotoran sapi bisa kotoran yang baru maupun yang sudah dingin. Yang masih baru biasanya masih lembek dan yang sudah dingin biasanya sudah mulai berkurang kadar airnya.
Bisa juga digunakan kotoran kambing, kelinci, ayam, limbah sayuran, sampah organic lainnya.
Siapkan wadah untuk memproses kotoran sapi menjadi kompos. Saya gunakan kotak bekas telur yang ada di rumah. Kotak dialasi dengan karung plastic bekas terigu. Alas ini untuk menahan kotoran jangan menetes kelantai. Bisa juga menggunakan kardus bekas.
Masukkan kotoran sapi ke dalam kotak. Ratakan dengan cethok supaya tidak ada gumpalan dan rongga kotoran. Apalagi kotoran sapi yang digunakan sudah dingin, kotoran ternak qurban kemarin. Kotorannya mulai menggumpal dan mengeras. Sehingga perlu dihancurkan dan diratakan dalam kotak.
Siapkan air secukupnya. Air ini gunanya untuk menjaga kelembaban kotoran sehingga cacing betah hidup di dalamnya. Cacing senangnya berada di lingkungan yang gelap dan lembab.
Apalagi kotoran yang digunakan di sini sudah mulai berkurang kadar airnya, sehingga perlu ditambahkan air. Banyaknya by feeling saja, yang penting jangan terlalu banyak, cukup basah saja.
Cara membasahi kotoran adalah dengan dikepretin pakai tangan saja, jangan diguyur. Lalu diratakan lagi dengan cethok, supaya kotorannya lebih gembur dan mengandung air secara merata sampai bawah. Mungkin sebaiknya supaya lebih merata airnya bisa dicampur dulu dengan kotoran pada timba plastic, lalu diaduk dengan kelembaban tertentu. Butuh tenaga ekstra untuk kotoran yang sudah dingin.
Jika sudah cukup basah dan merata sudahi penambahan airnya. Artinya kotoran sudah siap untuk ditabur cacing.
Siapkan cacing yang akan ditebar. Saya beli hanya 1 kg cacing, yang dalam hal ini sudah dicampur dengan kascing supaya cacingnya tidak lari dari wadahnya. Prosedur bakunya demikian dari penjualnya.
Dengan cacing 1 kg ini, dengan aturan main setiap 24 jam cacing ini memproses/makan sebanyak beratnya (dalam hal ini 1kg) maka kotoran yang diprakirakan beratnya 15 kg akan jadi kompos selama 15 hari lagi, sejak hari ini (23 Desember 2010)
Beginilah gambaran populasi dari cacing tanah berwarna merah ini, biasa disebut dengan red worm atau Lumbricus Rebellus, yang natural habitatnya di tanah dan biasanya digunakan untuk mengolah kotoran hewan menjadi kompos.
Kondisi seperti ini terjadi setelah lapisan teratas kascing disisihkan. Biasanya bagian atasnya tertutup kascing dan cacing bersembunyi di bawahnya, seolah-olah tidak bercacing.
Cacing dan kascing bawaan yang sudah ditebarkan di atas kotoran hewan. Dalam waktu yang tidak lama cacing-cacing ini langsung masuk ke dalam kotoran untuk memulai kehidupannya di tempat yang baru. Semoga Allah memberkahi pekerjaan ini.
Supaya tidak terlalu terang, karena lokasi mesin produksi vermikompos ini terlalu terang, meski tidak kena sinar matahari lansung, maka ditutupi dengan kardus bekas. Supaya cacingnya semakin produktif dan senang di kandang barunya.
Demikianlah cara mengolah kotoran sapi dan sebangsanya, tetapi disini saya gunakan bahan yang ada, kotoran sapi, gratisan, dengan memanfaatkan cacing tanah jenis red worm atau nama latinnya Lumbricus Rebellus.
0 komentar

Teknik membuat kompos


Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik karena penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik.

 
 
 
 
Alat dan Bahan:
  1.  Bak Pengoposan berfungsi agar bahan kompos tidak tercecer dan berserakan dan juga dengan memakai bak proses pembalikan dan pengontrolan jadi lebih mudah Ukuran Bak pengomposan panjang 1,5m x lebar 1m x tinggi 1m Bahan terbuat dari kayu atau bambu dengan syarat Aerasi  baik sehingga oksigen dapat masuk kedalam bahan dan Drainase yang baik
  2. Cerobong; terbuat dari pipa pralon 4” dengan panjang 1,5m dan telah diberi lobang kecil
  3.  Alas; terbuat dari balok atau anyaman bambu dengan ukuran panjang 1,5m x lebar 1m x tebal 6cm
  4.  Tutup; terbuat dari triplek atau anyaman bamboo berukuran 1,5m x 1m
  5. Sekop
  6. Cangkul Garu
  7.  Alat Pengayak terbuat dari kasa berukuran 5/7
  8. Sepatu Boat
  9. Parang / mesin perajang
  10. Tempat pengumpul sampah/ daun
  11. Selang dan Sprayer
  12. Termometer

Tahapan-tahapan Pembuatan Kompos
  1.  Pemilihan bahan, bahan yang baik dan sesuai akan mempercepat proses pembuata kompos.
    Syarat bahan yang baik 
     - Rasio C/N - Tidak mengandung Zat kimia yang membahayakan  - Tidak mengandung bibit penyakit seperti virus, bakteri atau cendawan - Berbau normal dan tidak menarik binatang 
  2. Perajangan; bahan kompos dirajang dengan ukuran 1-7cm.
    perajangan bisa memakai parang atau mesin perajang, semakin kita merajang kecil-kecil maka semakin cepat proses pembuatan komposnya 
  3. Penyusunan bahan di dalam bak pengomposan a. Pasang alas bak·
     
    b. Isi  bak sampai setengah 
    ·         Siram dengan air ·         c. Pasang atau letakan cerobong dengan  mendatar ·         d. Isi kembali sampai penuh ·         e. Siram tapi dengan catatan jangan terlalu basah
  4. Perlakuan saat proses pembuatan kompos ·       Suhu bahan akan meningkat pada 24 jam pertama sampai 65’C, biarkan sampai 2-4 hari dengan tujuan untuk membunuh pathogen, cendawan dan gulma.
    Jangan biarkan lebih dari 4 hari karena akan membunuh mikroorganisme yang menguraikan bahan jadi kompos 
    ·        Pemeliharaan dilakukan dengan cara mengontrol suhu dan kelembaban bahan kompos.
    Setelah 4 hari bolak balikan bahan agar suhu menjadi turun sekitar 45-60 C dengan kelembaban 40-50%.
    Pengontrolan suhu selanjutnya dilakukan 3 hari sekali disertai dengan membolak-balik bahan dan jika diperlukan dilakukan penyiraman apa bila suhu terlalu tinggi 
    Setelah 45 hari bahan akan berubah warna menjadi hitam kecoklatan dan volume bahan akan merosot sampai ½ nya ·         Proses Pematangan; tahap ini dilakukan 14 hari setelah pemeliharaan. Proses ini dilakukan saat : Bahan menyerupai tanah Suhu sudah lebih rendah dari 45 C Penyusutan sampai 50% 
  5. Pengayakan; dilakukan dengan memakai kawat kasa dengan ukura 1mm x 1mm sampai 5mm x 5mm

Cara membuat kompos dengan EM4 (unaerobik)
EM4 atau effective microorganism 4 adalah suatu cairan yang terdiri dari berbagai macam kultur mikroorganisme yang bermanfaat seperti bakteri fotosintetis, bakteri asam laktat, ragi, actinomycetes dan jamur peragian.

Alat dan Bahan
  1. Alas sebaiknya menggunakan lantai semen
  2. Terpal / Plastik
  3. EM4
  4. Canggul garu
  5. Sekop
  6. Pengayak
  7. Sepatu Boat
  8. Sarung tangan
  9. Parang/ mesin perajang
  10. Sprayer

Tahapan proses pembuatan kompos memakai EM4 
Adalah sebagai berikut
  1. Memilih Bahan kompos : Pilih bahan yang relative lunak Rasio C/N tinggi Tidak mengandung zat berbahaya  

  • Perajangan bahan kompos; semakin kecil semakin baik dalam proses pembuatan kompos
    dalam perajangan bisa menggunakan parang bisa juga dengan mesin perajang
  • Pengaktifan EM4 dengan cara
    - Campurkan EM4 1cc dengan 1ltr air dan 1gram gula
    - Aduk sampai merata
    - Biarkan 24 jam
    - EM4 siap digunakan
  • Pencampuran Serbuk gergaji
    Campurkan sebuk gergaji dengan bahan kompos, aduk sehingga merata
  • Penambahan Stater
    - Hamparkan terpal diatas lantai
    - Masukan Bahan kompos
    - Semprotkan EM4 aktip kedalam bahan aduk merata
    - Jaga kelembaban 30-40%
  • Proses Permentasi
    - Tutup rapat Terpal dengan cara dilipat atau bisa juga dengan cara memasukan bahan yang telah diaduk kedalam tong plastik
    - jaga suhu 35-45 C
    - Waktu fermentasi sekitar 3-4 hari
    - Setelah 4 hari buka dan cium baunya bila tercium seperti ragi/ tape maka kompos telah jadi bokasi
  • Penjemuran
    Jemur bokasi di tempat terlindung dari sinar matahari langsung
    Tunggu sehingga kering lamanya tergantung
    Bokasi siap digunakan.
  •  
    ;